Sabtu, 17 Agustus 2019




TUGAS

MANAGEMENT KELAS di SD

Tentang

A.    Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas
B.     Komponen-Komponen Keterampilan Manajemen Kelas


Description: Hasil gambar untuk LOGO ADZKIA


Disusun Oleh:

Eis Hartini ( 1620216 )
PGSD


Dosen Pengampu :

Yessi Rifmasari, M.Pd




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ADZKIA
PADANG
2019






A.    Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas

1.      Aspek-Aspek Manajemen Kelas

Adapun kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yaitu:

1.      Mengecek kehadiran siswa
Siswa dilihat keberadaannya satu persatuterutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajara mengajar.

2.   Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut
Pekerjaan atau tugas yang sudah diberikan hendaknya dengan cepat dikumpulkan dan diberikan komentar singkat sehingga rasa penghargaan yang tinggi dapat memberikan motivasi atas kerja yang sudah dilakukan.

3.      Pendistribusian bahan dan  alat
Apabila ada alat dan bahan belajar yang harus didistibusikan maka secara adil dan proposional setiap siswa memperoleh kesempatan untuk melakukan praktik atau menggunakan alat dan bahan dalam proses belajaranya.

4.      Mengumpulkan informasi dari siswa
Banyak sekali informasi yang berguna bagi guru dan bagi siwa itu sendiri yang dapat diperoleh dari siswa baik yang berupa informasi tentang pribadi siswa maupun yang berkaitan dengan pekerjaan-pekerjaan siswa yang harus dan sudah dikerjakan.

5.      Mencatat data
Data-data siswa baik secara pewrorangan maupun kelompok yang menyangkut individu maupun pekerjaan sangat penting untuk dicatat karena akan mendukung guru dalam memberikan evaluasi akhir terhadap pencapaian hasil pekerjaan siswa tersebut.

6.      Pemeliharaan arsip
Arsip-arsip tentang berbagai kegiatan dalam kelas harus disimpan didata denagan rapid an dipelihara sebagai tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan informasi baik bagi siswa maupun bagi guru.

7.      Menyampaikan materi pembelajaran
Tugas utama dari guru adalah memeberikan informasi tentang bahan belajar yang harus  dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan berbagai media dan informasi yang ada dalam kelas.

8.      Memberikan tugas /PR
Penugasan adalah proses memberikan tanggungjawab kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat mengevaluasi kemampuan secar sendiri.

2.      Fungsi Manajemen Kelas
Adapun fungsindari manajemen kelas yaitu:
1.      Mmberi dan melengkapi fasilitas uuntuk segala macam tugas
Misalnya seperti, membantu kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok.

2.      Merencanakan
Yaitu memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji berbbagai mnetode atau teknik yang sesduai atau yang tepat.

3.      Mengorganisasikan
Yaitu menugaskan atau mengarahkan seorang atau kelompok orang dalam suatu tanggungjawab tugas dan fungsi tertentu.

4.      Memimpin
Menjadi pemimpin itu harus memiliki sifat kepemimpinan dan keproibadian yang dapat menjadi panutan untuk orang lain  serta harus tegas dan adil dalam bersikap.

5.      Mengendalikan
Atau sama saja dengan memastikan bajhwa aktifitas sebenarnya sesuai dengan aktifitas yang direncanakan.

3.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Adapun faktor yang mempengaruhi manajemen kelas yaitu:
1.      Kondisi fisik
Lingkungan fisik tempat belajar memepunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Adapun lingkungan fisik yang dimaksud adalah:
1)      Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
2)      Pengaturan tempat duduk
3)      Ventilasi dan pengaturan cahaya
4)      Pengaturan penyimpanan barang-barang

2.      Kondisi sosio-Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyaipengaruh  yang cukup besar terhadap proses belajar menngajar. Kegiatan siswa dan  efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Adapun kondisi sosio emosional meliputi:

1)      Tipe kepemimpinan
2)      Sikap guru
3)      Suara guru
4)      Pembinaan hubungan baik (report)

3.      Kondisi  organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah  pengelolaan kelas.adapun kegiatan rutinitas tersebut yaitu:

1)      Penggantian pelajaran
2)      Guru berhalangan hadir
3)      Masalah antar siswa
4)      Upacara bendera
5)      Kegiatan lain


B.     Komponen-Komponen Keterampilan Manajemen Kelas

1.      Pengertian komponen keterampilan manjemen kelas
komponen keterampilan manajemen kelas adalah keseluruhan kemampuan yang dimiliki oleh guru dalam menyelesaikan tugasnya sebagai manajeman kelas

2.      Macam-macam komponen keterampilan manajemen kelas
a)      Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi
Hubungan yang akrab dan sehat antara guru dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik yang lainnya menjadi suatu keharusan di dalam sebuah kelas. Hal ini dapat terwujud jika guru memiliki keterampilan secara pribadi yang dapat diciptakan antara lain dengan:

1)   Menunjukkan kehangatan dan kepakaan terhadap kebutuhan peserta didik, baik dalam kelompok kelas maupun perorangan.
2)     Mendengarkan secara simpatik ide-ide yang dikemukakan oleh peserta didik.
3)     Memberikan respon positif terhadap pemikiran peserta didiknya.
4)     Membangun hubungan saling mempercayai.
5)     Menunjukkan kesiapan untuk membantu peserta didik.
6)     Menerima perasaan peserta didik dengan penuh pengertian dan terbuka.
7)  Berusaha mengendalikan situasi hingga peserta didik merasa aman, penuh pemahaman, dan dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

b)      Keterampilan mengorganisasi

Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas, guru sebagai seorang manajer berperan sebagai organisator yag mengatur dan memonitori kegiatan belajar-mengajar dari awal dimulainya hingga akhir kegiatan. Keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai oelh guru agar bisa mengorganisasikan kegiatan belajar-mengajar antara lain:

1)   Menjelaskan tujuan belajar yang akan dicapai kepada peserta didiknya.
2)   Memvariasikan kegiatan yang mencangkup penyediaan ruangan, peralatan, dan cara menjelaskannya.
3)    Membentuk komponen yang tepat.
4)   Mengoordinasikan kegiatan belajar-mengajar kepada peserta didik, wali murid, dan kepala sekolah.
5)     Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan peserta didik.
6)  Mengakhiri kegiatan belajar dengan laporan hasil yang akan dicapai oleh peserta didik.

c)      Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar

  Keterampilan ini memungkinkan guru membantu peserta didik untuk maju tanpa mengalami frustasi. Hal ini dapat dicapai jika guru menguasai keterampilan berikut ini:

1) Memberikan penguatan sebagai kegiatan yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik.
2)  Mengembangkan supervisi proses awal, yaitu sikap tanggap guru terhadap peserta didik baik secara individu maupun kelompok yang dapat memungkinkan guru mengetahui apakah segala sesuatu berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan
3)  Mengadakan supervisi proses lanjut yan memusatkan perhatian pada penekanan dan pemberian bantuan ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung.
4)      Mengadakan supervisi pemanduan yang memusatkan perhatian pada penilaian pencapaian tujuan dari berbagai kegiatan belajar yang dilakukan dalam rangka menyiapkan rangkuman dan pemantapan sehingga peserta didik saling belajar dan memperoleh wawasan yang menyeluruh. Ini dilakukan dengan menilai kemajuan peserta didik dan menyiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan akhir belajarnya.

d)     Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar

Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar, baik secara perorangan maupun klasikal merupakan tugas utama guru. Itulah sebabnya guru harus mampu membuat perencanaan kegiatan belajar-mengajar yang tepat bagi setiap peserta didik dan seluruh peserta didik dalam sebuah kelas serta mampu melaksanakan perencanaan tersebut.
 Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar-mengajar yang harus dikuasai oleh guru sebagai manajer kelas antara lain sebagi berikut:

1) Membantu peserta didik menetapkan tujuan belajar dan menstimulasi peserta didik untuk mencapai yujuan belajar tersebut.
2)    Merencanakan kegiatan belajar bersama peserta didiknya yang mencangkup kriteria keberhasilan, langkah-langkah kerja, waktu, serta kondisi belajar.
3) Bertindak atau berperan sebagai penasehat bagi peserta didiknya bila diperlukan.
4)  Membantu peserta didik menilai pencapaian dan kemajuannya sendiri. Ini berarti, guru memberikan kesempatan kepada peserta didiknya untuk memperbaiki dirinya sendiri yang merupakan kerja sama guru dengan peserta didik dalam situasi pendidikan yang manusiawi.

3.      Permasalahan Dalam Komponen Keterampilan Mengajar

Dalam menangani tugasnya, guru-guru sering menghadapi permasalahan dengan kegiatan-kegiatan didalam kelasnya. Permasalahan ini meliputi dua jenis juga, yaitu yang menyangkut pengajaran dan yang menyangkut pengelolaan kelas. Guru-guru harus mampu membedakan kedua permasalahan itu dan menemukan pemecahannya secara tepat.  Amat sering terjadi guru-guru menangani masalah yangbersifat pengajaran dengan pemecahan yang bersifat pengelolaan dan sebaliknya. 
Masalah-masalah dalam pengelolaan kelas yang terjadi  yaitu :

1.      Masalah Individual 
Adapun yang terdapat dalam masalah individual yaitu:

1)      pola perilaku mencari perhatian
Contohnya seperti seorang anak yang gagal menarik perhatian orang lain boleh jadi menjadi anak yang mengejar kekuasaan.

2)      pola perilaku menunjukkan kekuatan/kekuasaan
contohnya seperti suka mendekat, berbohong, menampilkan adanya pertentangan pendapat, tidak mau melakukan yang diperintahkan orang lain dan menunjukkan sikap tidak patuh secara terbuka.

3)      pola perilaku menunjukkan balas dendam
contohnya seperti mengalami frustasi yang amat dalam dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti orang lain.

4)      peragaan ketidakmampuan
contohnya seperti  merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu yang dikehendakinya (yaitu rasa memiliki) yang bersikap menyerah terhadap tantangan yang menghadangnya bahkan siswa ini menganggap bahwa yang ada dihadapannya hanyalah kegagalan yang terus menerus.




Jumat, 02 Agustus 2019


TUGAS

MANAGEMENT KELAS di SD

Tentang

Manajemen Kelas


Description: Hasil gambar untuk LOGO ADZKIA


Disusun Oleh
Eis Hartini ( 1620216 )
PGSD



Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ADZKIA
PADANG
2019




MANAJEMEN  KELAS


A.    Konsep Manajemen Kelas

1.      Pengertian manajemen

Manajemen merupakan kemampuan dan keterampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukann suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif, efektif, dn efisien.

Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang manajemen yang dikutip oleh Dayat dalam jurnl tentang pengantar teori manajemen diantaranya:

a.       George R. Terry dalam bukunya yang berjudul “Principles of management” memberikan definisi: “manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan ,pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.

b.      Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of management” mengemukakan,”manajemen adalah berhubungan  dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang lain.”

c.       James A. F.Stoner, manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkkan beberapa pendapat para ahli diatas, maka manajemen dapat diartikan sebagai aktifitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu, manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan mengontrol atau mengawasi agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan fungsi-fungsi pokok manajemen.

2.      Pengertian kelas

Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang popada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Sedangkan kelas menurut pengertian uumum dapat dibedakan atas dua pandanan, yaitu panddanan dari segi fiisik, dan pandangan dari segi siswa. Disamping itu, Hadari Nawawi juga memandang kelas dari dua  sudut, yaitu:

1)      Kelas dalam arti sempit
Ruangan yang dibatasi oleh empat dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengiikuti proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional inii, mmengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing

2)      Kelas dalam arti luas
Suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah, yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang kreattif untuk mencapai suatu tujuan.

Jadi dapat disimpulkan kelas dapat diartikan sabagai unit kerja terkecil disekolah yang digunakan sebagai tempat untuk kegiiatan pembelajaran.pembagian kelas sebagai sebuah unit biasanya ditentukan oleh jenjang usia peserta didik.

3.      Pengertian Manajemen kelas

Setelah membahas tentang manajemen dan kelas, maka definisi dari manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan manajemen kelas merupakann usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses pembelajran secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruangan belajra, mewujudkan siittuasi kondisi proses pembelajarran danpengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.

Arikunto memberikan pengertian pengelolaan kelas sebgai suatu usaha yang dilakuukan oleh penanggung jawab kegiatan pembelajaran yang membantu dengan maksud agar mencapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang terlaksana.

Berdasarkan uraian dan pendapat diaats, dapat disimpulkan bahwa  manajemen kelas adalah proses atau upaya yang dilakukan oleh seseorrang guru secara sistematis untuk menciptakan pembelajran yang efektif dan efisien.

B.     Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan Manajemen Kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan, baik secara umum maupun khusus. Secara umum tujuan Manajemen Kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa untuk belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap, serta apresiasi para siswa

Adapun tujuan dari Manajemen Kelas adalah sebagai berikut :

a.       Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

b.      Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.

c.        Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting an dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Jadi, Manajemen Kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi didalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian, dengan Manajemen Kelas produknya harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan tujuan

Manajemen Kelas secara khusus dibagi menjadi dua yaitu tujuan untuk siswa dan guru.

1.      Tujuan Untuk Siswa:
a)       Mendorong siswa untuk mengembangkan tanggung-jawab individu terhadap tingkah lakunya dan kebutuhan untuk mengontrol diri sendiri.
b)       Membantu siswa untuk mengetahui tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas dan memahami bahwa teguran guru merupakan suatu peringatan dan bukan kemarahan.
c)       Membangkitkan rasa tanggung-jawab untuk melibatkan diri dalam tugas maupun pada kegiatan yang diadakan.

Maka dapat disimpulkan bahwa tujuan daripada Manajemen Kelas adalah agar setiap anak dikelas dapat bekerja dengan tertib, sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.

2.      Tujuan Untuk Guru:
a)       Untuk mengembangkan pemahaman dalam penyajian pelajaran dengan pembukaan yang lancar dan kecepatan yang tepat.
b)       Untuk dapat menyadari akan kebutuhan siswa dan memiliki kemampuan dalam memberi petunjuk secara jelas kepada siswa.
c)       Untuk mempelajari bagaimana merespon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang mengganggu.
d)      Untuk memiliki strategi remedial yang lebih komprehensif yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang muncul didalam kelas.

Maka dapat disimpulkan bahwa agar setiap guru mampu menguasai kelas dengan menggunakan berbagai macam pendekatan dengan menyesuaikan permasalahan yang ada, sehingga tercipta suasana yang kondusif, efektif dan efisien.

C.    Proses Manajemen Kelas

Proses manajemen kelas adalah penyusunan rangkaian kegiatan yang dilakykan gurusebagai manajer/pemimpin pembelajaran dikelas adalah:

1.      Merencanakan pembelajaran
Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode, dan prosedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.
Fungsi guru dalam merenvanakan pembelajran berorientasi pada karakteriistik siswa yang dapat dilakukan adalah untuk membangkitkan motivasi belajar siswa secara aktif.

2.      Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Dalam hal ini guru dituntut untuk menguasai dan mengetahuitentang tujuan yang selama ini menjadi acuan dalam rumusan pencapaian tujuan pembelajaran.

Berdasarkan Taksonomi Bloom klasifikasi rumusan tujuan pembelajaran dapat dikelompokan menjadi 3 ranah, yaitu:
1)      Kognitif
Yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan pengetahuan,recall,kemampuan dan intelektual

2)      Afektif
Yang mencakup tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap,nilai,perasaan, dan minat.

3)      Psikomotorik
Yang mencakup tujuan yang berrhungan dengan kemampuan gerak yang berhubungan dengan keterampilan.

3.      Memilih Materi Pokok Pembelajaran
Materi pokok pembelajaran adalah pokok-pokok materi yang harus dipelajari siswa sebagai sarana dalam pencapaain kompetensi dasar yang disusun berdasarkan indicator hasil belajar.

4.      Menentukan Strategi Pembelajaran
Merupakan cara guru dalam penyampaian materi yang telah dibuat tadi untuk lebih mudah disampaiakan kepada siswa dengan cara seefektif mungkin.

Roestiyah berpendapat bahwa didalam proses belajar mengajar guru harus memiliki strategi agar siswa dapat beajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharpakan. Salah satu langkah untuk menggunakan startegi itu adalah harus menguasai teknik-teknik penyajian yang biasa disebut dengan metode.

5.      Membuat Evaluasi/Penilaian
Evaluasi merupakan alat untuk menggukur sejauh mana kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan apakah sesuai dengan tujuan yang ditentukan atau tidak. Dlam proses pembelajaran evaluasi sangat diperlukan oleh guru.

6.      Melaksanakan Pembelajran
Dalam pelaksanaan pembelajaran factor guru sangat dominan berpengaruh terhadap aktifitas belajar siwa. Tugas dan tanggung jawab guru dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi:

a)      Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini guru berhadapan langsung dengan sittuasi dan kondisi yang menjadi tempat kegiatan dalam pembelajaran

b)      Menciptakan Iklim Kelas
Dalam menciptakan kondisi kelas ini diuttamakan guru harus dapat mengorganisir sumber-sumber potensi yang menjadi bagian dari proses pembelajaran

c)      Membuka Pembelajaran
Setelah menciptakan iklim kelas yang dianggap cukup, selanjutnya memuka materi pembelajaran yang akan disajikan kepada siswa.

d)     Mengevaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah susatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari  pada sesuatu.

D.    Strategi Manajemen Kelas

Strategi mnajemen kelas adalah polas atau siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar secara optimal, aktif dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Adapun ragam strategi manajemen kelas meliputi:
1.      Penataan Lingkungan Bellajar
Pengelolaan lingkungan fsik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan cahaya yang diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut dapat digunakan.pengelolaan lingkungan social meliputi interaksi guru dan siswa, siswa dengan siswa, guru, serta lingkungan sekitar.

2.      Cara Pengajaran Guru
Dalam hal ini, guru harus mampu menguasai materi pelajararn, strategi pelajaran, mempunyai keahlian mengeloal kelas, keahlian motivasial, keahlian komunikasi, dan dapat bekerja secara efektif dengan murud dari latar belakang kultural yang beragam. Upaya dalam peningkatan kualittas pembelajaran dapat ditempuh dengan bentuk strategi pembelajaran seperti:

a)      Strategi pembelajaran seluruh kelas
b)      Strategi pembelajaran kelompok kecil
c)      Strategi pembelajaran dengan bekerja berpasangan
d)     Strategi pembelajaran individu

3.      Pengaturan Perilaku dan Pemberian Motivasi  Kepada Siswa
Seorang guru harus mempunyai strategi untuk memotivasi siswa-siswa dalam pembelajaran. Menurut Chatarina ada beberapa strategi motivasi belajar untuk siswa antara lain:

a)      Menggunakan variasi atau metode penyajian yang menarik
b)      Mendorong rasa ingin tahu
c)      Membantu siswa dalam merumuskan tujuan pembelajaran
d)     Membangkitkan minat belajar pada siswa








DAFTAR RUJUKAN


Syafaruddin dan Nasution. 2005. Manajemen Pembelajaran. Jakarta: Quantum
Teaching.
Triwiyanto, Teguh. 2015. Manajemen Kurikululum dan Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara
Arikunto dalam Sulistyiorini, 2006.Manajemen Pendidikan Islam. Surabaya:Elkaf.
Sudirman N, dkk, Ilmu Pendidikan .Bandung: Remaja Rosdakarya.
Afriza,M.Pd. 2014. Manajemen Kelas. Pekanbaru:Kreasi Edukasi



TUGAS Management Kelas di SD Tentang Membina Hubungan Masyarakat dan Sekolah dalam Menerapkan Disiplin Oleh : Eis Har...