Senin, 26 Agustus 2019


TUGAS

MANAGEMENT KELAS di SD

Tentang

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar diKelas
Description: Hasil gambar untuk LOGO ADZKIA


Disusun Oleh
Eis Hartini ( 1620216 )
PGSD
7.6


Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ADZKIA
PADANG
2019




Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar diKelas

A.    Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu :

1.      faktor internal
Faktor interenal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor ini meliputi:
a.     Faktor jasmani
Proses seorang siswa akan terganggu jika kesehatan siswa tersebut terganggu selain itu juga ia akan cepat lelah kurang bersemangat dan lain-lain, demikian juga apabila ia cacat tubuh.

b.     Faktor psikologis
1)      Intelegensi
Dalam situasi yang sama, siswa mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil kendatipun begitu, siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi belum tentu berhasil dalam belajar. Hal ini disebabkan belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak faktor yang mempengaruhinya. Siswa yang memiliki tingkat intelegensi normal dapat berhasil dengan baik dalam belajar jika kondisi yang diciptakan mendukung terjadi pembelajaran yang efektif dan efisien.

2)      Perhatian
Untuk menjamin hasil belajar yang baik. Siswa harus mempunyai perhatian yang penuh terhadap bahan yang dipelajarinya. Untuk tumbuh perhatian maka bahan pelajaran itu harus baik.

3)      Minat
Minat besar pengaruhnya terhadap belajar anak. Bila pelajaran tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak dapat belajar dengan sebaik-baiknya minat anak dapat ditumbuhkan dengan berbagai macam cara yaitu dengan memvariasikan media pembelajaran. Mengembangkan metode pembelajaran, menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi kehidupan dan  lain-lain

4)      Bakat
Jika bahan pelajaran yang dipelajari oleh siswa berbakat maka pelajaran itu akan cepat dikuasai, sehingga hasil pelajaran nya pun akan baik, lain terhadap anak yang kurang berbakat, guru harus bersabar dan telaten melayani mereka yaitu dengan sering mengulangi/menjelaskan bahan, akhirnya siswa/I itu diharapkan akan dengan menguasai bahan yang diajarkan

5)      Motif
Proses belajar mengajar harus memperhatikan motif belajar siswa atau faktor-faktor yang mendorong belajar siswa maka dengan guru dapat mengajak para siswa untuk berfikir dan memusatkan perhatian terhadap pembelajaran dan merencanakan melaksanakan kegiatan yang berhubungan serta menunjang belajar

6)      Kematangan
Kematangan adalah fase pertumbuhan sekarang. Kematangan belum berarti siswa dapat melaksanakan kegiatan secara terus menerus agar kematangan itu dapat dikembangkan pada diri siswa maka perlu di ciptakan suatu kondisi yang memungkinkan kematangan itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara memberikan latihan ynag terus menerus dan konsisten, pemberian tugs yang bertingkat dan berkesinambungan dari sederhana ke komplek.

c.     Faktor Kelelahan 
Kelelahan baik jasmani maupun rohani dapat mempengaruhi keberhasilan dalam belajar. Oleh karena itu guru harus memberikan pengertian kepada siswa agar menghindari terjadinya kelelahan dalam belajar dengan cara para siswa diberi penjelasan agar mereka mengusahakan tidur dan istirahat yang cukup dan teratur, mengusahakan variasi dalam belajar. Oleh raga yang cukup.

2.     faktor eksternal
Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu,
a.     faktor keluarga
Para siswa yang sedang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa:
1)     Cara orang tua mendidik sikap dan perhatian orang tua
2)     Berhubungan antar keluarga
3)     Suasana rumah
4)     Keadaan ekonomi
5)     Latar belakang kebudayaan orang tua
b.    Faktor sekolah
Yang mempengaruhi, belajar meliputi hal-hal yang berkaitan dengan metode mengajar, kurikulum, hubungan guru dengan siswa, siswa dengan siswa, disiplin sekolah, peralatan, waktu sekolah, metode pembelajaran, tugas sekolah.

c.     Masyarakat
Masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa yang pada akhirnya mempengaruhi terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Pengaruh itu terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Faktor ini banyak kaitan dengan
1)     Kegiatan siswa dalam masyarakat
2)     Media yang beredar dalam masyarakat
3)     Pengaruh teman bergaul
4)     Pola hidup masyarakat
B.     Mengatur kondisi kelas dan iklim belajar siswa

a.       Kondisi Fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil belajar. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat akan mendukung meningkatnya intensitas pembelajaran siswa dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.

Guru sebagai seorang pengajar/pendidik harus dapat menciptakan lingkungan kelas yang membantu perkembangan pendidikan para peserta didik. Melalui teknik motivasi yang akurat, guru dapat memberikan kontribusi iklim kelas yang sehat, kondisi dan lingkungan hendaknya menjadi perhatian dan kepedulian guru agar siswa dapat belajar secara optimal. Kondisi dan lingkungan yang perlu menjadi perhatian dalam menunjang terciptanya pembelajaran sebagai berikut :

a)      Ruang tempat berlangsungnya pembelajaran
Ruang tempat belajar harus memungkinkan para peserta didik dapat bergerak leluasa tidak berdesak-desakan sehingga tidak saling menggangu satu sama lainnya pada saat terjadi aktivitas pembelajaran.
Besarnya ruang kelas sangat tergantung pada berbagai hal antara lain.

1.      Jenis kegiatan (kegiatan pertemuan tatap muka klasikal dalam kelas atau bekerja dengan praktikum)

2.      Jumlah siswa yang melakukan kegiatan
Jika ruangan yang dipakai teratur mempergunakan hiasan, pakailah hiasan yang mempunyai nilai pendidikan dapat secara langsung memberi daya terapi bagi anak-anak pelanggar disiplin.

b)      Pengaturan tempat duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka dengan posisi it, guru sekaligus dapat mengontrol tingkah laku para peserta didiknya pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran pengaturan proses pembelajaran. Beberapa kemungkinan dalam pengaturan tempat duduk seperti dibawah ini.

1.      Pola deret atau berbaris, berjajar
Pengaturan seperti ini adalah pengaturan yang sangat populer pada umumnya tempat duduk siswa diatur menurut tinggi pendeknya siswa pada situasi tertentu misalnya, jika ada siswa yang tidak dapat melihat jarak atau pendengaran yang agak kurang atau banyak berbuat gaduh maka orang yang seperti ini didudukkan di deretan depan, tanpa menghiraukan tinggi rendahnya siswa.

2.      Pola susunan kelompok
Cara ini memungkinkan siswa dapat berkomunikasi dengan mudah antara satu dengan yang lainnya dan dapat berpindah dari satu kelompok lain secara bebas. Pola ini memudahkan siswa untuk bekerja sama dan saling menolong satu sama lain.

3.      Pola formasi tepal kuda
Pola ini menempatkan posisi guru berada ditentang-tengah para siswa. Pola ini di pakai jika banyak memerlukan diskusi antar siswa atau dengan guru. Pengaturan seperti ini memberi kemudahan kepada para siswa untuk saling berkomunikasi dan berkonsultasi.

4.      Pola lingkaran atau persegi
Pola pengaturan seperti ini baik juga untuk mengajar yang disajikan dengan metode diskusi. Otoritas guru sama sekali tidak berpusat dan kepemimpinan formal tidak berperan sama sekali.

c)      Ventilasi dan pengaturan cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan (kendatipun guru sulit mengaturnya tapi sudah tersedia ) adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman, oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.

d)      Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan kegiatan belajar. Barang-barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat di simpan di ruang kelas seperti buku belajar, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan lain sebagainya.

C.    Kondisi Yang Mempengaruhi Penciptaan Iklim Kelas
1.      Kondisi Sosio-Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut meliputi :

a.       Tipe kepemimpinan
Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau demokratis.Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.Tipe kepemimpinan guru, artinya adalah fungsi yang melakat pada guru ketika berada dalam kelas. Gaya apa yang muncul ketika guru melaksanakan peran sebagai pemimpin dalam pembelajaran di kelas. Apakah gaya otoriter segala sesuatunya diatur dan diarahkan oleh sendiri dan siswa tidak diberikan kesempatan untuk terlibat didalamnya, atau gaya demokrasi dimana terjadi proses timbal balik antara guru dan murid sesuai dengan peranannya masing-masing.

b.      Sikap guru
Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya. sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau di luar kelas yang akan mempengaruhi mood anak, apakah anak merasa tertarik dengan sikap guru atau malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang guru, bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah hal yang paling baik diperlihatkan

c.       Suara guru
Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.

d.      Pembinaan hubungan baik (raport)
Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting.Dengan terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara guru dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks belajar mengajar dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan aman berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah.

e.       Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku secara teratur dan penuh disiplin pada semua kegiatan yang bersifat rutin itu. Kegiatan rutinitas tersebut anatar lain:

a)      Pergantian pelajaran, ketika terjadi penggantian dalam pelajaran harus disikapi oleh guru karena dalam proses ini ada jeda (kekosongan) yang memungkinkan terjadinya interaksi yang tidak diharapkan dari siswa dengan siswa lainnya. Perlu disikapi dengan arif bahwa ketika mengahiri pelajaran guru tidak terlalu cepat karena guru selanjutnya apakah sudah tiba dan apabila belum maka masa jeda itu terlalu lama.
b)      Guru berhalangan hadir, guru yang berhalangan hadir akan menyebabkan terjadinya kekosongan dalam proses belajar mengajar. Untuk menghindari terjadinya keributan atau perilaku-perilaku yang tidak diharapkan dari siswa seperti berlarian kesanaha kemari menggangu kelas lain, dan menimbulkan kerusakan pada fasilitaskelas, maka guru piket harus paham apa yang terjadi dan mempersiapkan diri untuk menutup ketidakhadiran tersebut.
c)      Masalah antar siswa, masalah antar siswa biasanya terjadi karena kondisi emosional yang tidak terkendali dan tidak terorganisasikan oleh guru. Guru harus memahami karakteristik dan potensi guru sehingga dapat dipahami keseluruhan perilaku masing-masing dan menekan munculnya konflik diantaranya
d)     Upacara bendera, pada saat upacara bendera siswa harus diorganisasikan berdasarkan tingkatan kelas sehingga mereka dapat tertib mengikuti kegiatan upacara bendera.
e)      Kegiatan lain ; kesehatan dan kehadiran siswa, penyampaian informasi dari sekolah kepada guru dan siswa, peraturan sekolah yang baru, kegiatan rekreasi dan social.

Senin, 19 Agustus 2019


TUGAS

MANAGEMENT KELAS di SD

Tentang

Masalah Dalam Kelas dan Upaya Pemecahannya


Description: Hasil gambar untuk LOGO ADZKIA


Disusun Oleh

Eis Hartini ( 1620216 )
PGSD


Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ADZKIA
PADANG
2019



MASALAH DALAM KELAS DAN UPAYA PEMECAHANNYA


A.    Kebijakan Penanganan Masalah Dalam Kelas

1.      Melakukan pendekatan terhadap siswa
Maksudnya yaitu  dalam melakukan pendekatan kepada siswa guru bias melakukan pendekatan melalui bimbingan konseling. Maksud konseling disini yaitu guru leih dekat dengan siswa serta memahami dan dapat memberiksn arahan serta solusi tarhadap permaslahan yang dihadapi oleh siswa tersebut dengan cara ini siswa dapat mampu menceritakan kepada gurunya tentang permasalahan yang sedang dihadapinya.

2.      Pencarian data tentang masalah siswa
Bisa dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan orang tua siswa yaitu dengan menanyakan kepada orang tua siswa bagaimana keseharian anak tersebut jika dirumah maupun dilingkungan sekitaarnya.

3.      Melakuykan konsultasi secara pribadi
Kita sebagai seorang guru bias  memanggil siswa kedalam ruangan yang diamana diruangan itu hanya ada guru dan siswa yang bermasalah saja, dan jangan menegur atau menanyakan masalah anak tersebut didepan siswa yang lain, karena itu bisa membuat anak tersebut gangguan mental.
                                                       
B.     Macam-Macam Permasalahan Dalam Manajemen Kelas

a.       Masalah perorangan
Penggolongan masalah individual ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan. Adapun masalah-masalah individu tersebut yaitu:
a)      Jika guru merasa terganggu (bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yag bersangkutan mungkin mengalami maslah mencari perhatian

b)      Jika guru merasa terancam ( merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan

c)      Jika guru merasa amat disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah menuntut balas

d)     Jika guru merasa tidak mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah ketidakmampuan.


b.      Masalah kelompok
Ada tujuh masalah dalam kelompok yang berkaitan dengan manajemen kelas yaitu:
a)      Kurangnya kekompakan
Kurangnya kekompakan ditandai dengan adamya kekurang-cocokan (konflik) diantara para anggota kelompok.

b)      Kesuulitan mengikuti peraturan kelompok
Jika suasana kelas menunjukan bahwa siswa-siswa tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka masalah yang kedua muncul, yaitu kekurangmampuan mengikuti peraturan kellompok

c)      Reaksi negative terhadap sesame anggota kelompok
Reaksi negative terhadap anggota kelompok terjadi apabbila ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan  terhadap anggota kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang menyimpang dari aturan kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan kelompok.

d)     Penerimaan kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang

e)      Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan

f)       Kurangnya semangat

g)      Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan


C.    Solusi Dalam Mengatasi Permasalahan Manajemen Kelas

Untuk mengatasi masalah dalam manajemen kelas , ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan, diantaranya yaitu:

1)      Behavior- Modification Approach
Asumsi yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar. Upaya memodifikasi perilaku dalam manajemen kelas dilakukan melalui positive reinforcement ( untuk membina perilasku positif) dan negative reinforcement ( untuk membina perilaku negatif)

2)      Socio- Emotional Climate Approach ( Humanistic Approach)
Asumsi yang mendasari  penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antar peserta didik- guru dan atau peserta didik- peserta didik daanguru menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim sosio-emosional yang baik.

3)      Group Process Approach
Asumsi yang mendasari pendekatan ini adalah bahwa pengalaman belajar berlangsung dalam konteks kelompok social dan tuugas guru adalah membina dan memelihara kelompok yang produktif dan kohesif.

4)      Pendekatan otoriter
Pandangan yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban susasana kelas.

5)      Pendekatan permisif

6)      Pendekatan yang permisif
Dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan penajar yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.

7)      Pendekatan membiarkan dan memberi kebebasan
Sekali lagi pengajar memandang peserta didiktelah mampu melakukan sesuatu dengan prosedur yang benar.” Biarlah mereka bekerja sendiri dengan bebas” ndemikian pegangan pengajar dalam mengelola kelas.



                     
DAFTAR RUJUKAN


Almasawi, dkk. 2010. Masalah-Masalah Dalam Manajemen Kelas.

Ekosiswoyo, Rasdi. 2000.Manajemen Kelas. Semarang: CV.Ikip. Semarang Press



TUGAS

MANAGEMENT KELAS di SD

Tentang

Pendekatan Manajemen Kelas


Description: Hasil gambar untuk LOGO ADZKIA
                                                                                        

Disusun Oleh

Eis Hartini ( 1620216 )
PGSD


Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ADZKIA
PADANG
2019



PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS


A.    Pengertian Pendekatan Dalam Manajemen Kelas

Pendekatan dapat diartikan sebagai usaha atau upaya dalam rangka aktiviitas yang dilakukan.sedangkan manajemen kelas yaitu pengelolaan, penyelenggaraan, keterlaksanaan pengggunaan sumber daya secara efektif. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendekatan dalam manajemen kelas yaitu usaha yang dilakukan guru untuk mengelola kelas supaya pembelajaran berjalan secara efektif.

B.     Sikap Guru Dalam Manajemen Kelas

Adapun menurut Djamarah (2006:185) sikap guru dalam manajemen kelas yaitu:
1)      Hangat dan antusias
Guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukan antusias pada tugasnya.

2)      Mengggunakan kata-kata yang membangun
Adapun tindakan, cara  kerja, dan bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar.jadi. guru harus bias merangkai kata-kata supaya bias membangun dan memotivasi siswa dalam belajar.

3)      Bervariasi
Adapun disini guru harus bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru dan siswa.

4)      Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya

5)  Guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dann menghindari pemusatan perhatian ppada hal-hal yang negative.

6)      Guru harus disiplin dalam segala hal

C.    Peran Guru Dalam Manajemen Kelas

Adapun peran guru dalam manajemen kelas yaitu:

1.      Memelihara lingkungan fisiik kelas
2.      Mengarahkan atau membimbinng proses intelektual dan social siswa didalam kelas
3.      Mampu memimpin kegiatan pembelajaran yang efisien dan efektif.
4.      Peran dalam pengorganisasian kelas
5.      Pengaturan tempat duduk
6.      Pengaturan alat-alat belajar
7.      Pemeliharaan keindahan ruangan kelas

D.    Macam-Macam Pendekatan Dalam Manajemen Kelas

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2006:33)  adapun pendekatan dalam manajemen kelas yaitu:
1.      Pendekatan  Otoriter
Pendekatan otoriter memandang bahwa manajemen kelas sebagai suatu pendekatan pengendalian peseta didik ooleh seorang guru.

2.      Pendekatan intimidasi
Pendekatan intimidasi adalah pendekatan yang memandang manajemen kelas sebagai proses pengendalian perilaku ppeserta didik.

3.      Pendekatan permisif
Pendekatan permisif adalah pendekatan yang menekankan perlunya memaksimalkan kebebasan peserta didiik

4.      Pendekatan buku masak
Pendekatan buku masak adalah pendekatan yang berbentuk rekomendasi berisi daftar hal-hal yang harus dilakukan  atau yang tidak harus dilakukan oleh seorang guru apabila menghadapi berbagai tipe masalah manajemen kelas

5.      Pendekatan instruksional
Pendekatan instruksional adalah pendekatan yang mendasarkan pada pendirian bbahwa pengajaran yang diirancang dan dilakukan dengan cermat akan mencegah timbulnya sebagian besar masalah manajemen kelas

6.      Pendekatan pengubahan perilaku

7.      Pendekatan iklim Sosio-Emosional
Dalam manajemen kelas berakar pada psikologi penyuluhan klinik, Karenna itu memberi arti  sangat penting pada hubungan antar pribadi.

8.      Pendekatan manajerial
Pendekatan ini dilihat dari sudut pandanga manajemen yang berintikan konsepsi tentang kepemimpinan.












DAFTAR RUJUKAN


Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Wiyani, Novan Ardy:2013. Manajemen Kelas. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

                 


TUGAS

MANAGEMENT KELAS di SD

Tentang

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas


Description: Hasil gambar untuk LOGO ADZKIA


Disusun Oleh
Eis Hartini ( 1620216 )
PGSD


Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STKIP ADZKIA
PADANG
2019



PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS


A.    Prinsip-Prinsip Pengelolaan Kelas

Secara umum factor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu:factor intern dan factor ekstern peserta didik. Factor intern peserta didik berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan  perilaku. Sedangkan factor ekstern peserta didik berkaitan dengan masalah suasana lingkungan belajara, penempatan peserta didik, pengelompokan peserta didik, jumlah peserta didik, dan sebagainya.

Djamarah (2006) menyebutkan “Dalam rangka memperkeciil maslah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan.” Prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh Djamarah adalah sebagai berikut:

a.       Hangat dan  Antusia
Hangat  dan antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab  pada peserta didiik selalu menunjukan antusiasnya pada tugasnya atau pada  aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas. 

b.      Tantanga
Tantangan penggunaan kata-kata,tindakan,cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan meningkatkan gairah peserta didik untuk bbelajar . sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.

c.       Bervariasi penggunaan alat atau media
Gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, dan dapat meningkatkan perhatian dari peserta didik. Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.

d.      Keluwesan
Keluwesan merupakan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya supaya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan peserta didik serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.

e.       Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada dasarnya, dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative.

f.       Penanaman disiplin diri
Ini adalah tujuan akhir dari pegelolaan kelas adalah anak didiknya dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan  pelaksaan tangungjawab.intinya guru harus disiplin dalam segala hal.       
      
B.     Permasalahan dalam Prinsip Manajemen Kelas

Berhasilnya  manajemen kelas dalam mndukung pencapaian tujuan proses belajar siswa, banyak dipengarruuhi oleh  berbagai factor yaitu factor-faktor yang melekat pada kkondisi fisik kelas dan pendukungnya, serta dipengaruhi oleh factor non fisik ( sosio-emosional) yang melekat pada guru” (karwati dan Priansya, 2014:31-32). Kasus-kasus yang diijumpai guru dalam manajemen kelas yaitu:

1.      Tingkat penguasaan materi oleh siswa didalam kelas
2.      Fasilitas yang diperlukan
3.      Kondisi siswa
4.      Teknik mengajar guru

C.    Kebijakan Tentang Prinsip Manajemen Kelas

Adapun kebijakan tentang prinsip manajemen kelas yaitu:

a)      Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini,  guru mengenal atau  mengetahuui masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Beedasarkan masalah tersebut  guru  mengidentifikasi jenis permasalahan atau penyimpangan sekaligus mengetahhuilatarbelakang  yang mmbuat peserta didik melakukan kesalahan atau  penyimpangan tersebut.

b)       Menganalisis masalah
Pada langkah ini guru menganalisis masalah atau penyimpangfan pada peserta didik dan meyimpulkan latar belakang masalah tersebut.  Selanjutnya  mencari alterrnatif untuk menangganinya.

c)      Menilai alternative-alternatif pemecahan
Pada  langkah ini,  guru  menilai dan memilih alternative pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam menyelesaikan masalah.
  
d)     Mendapatkan balikan
Pada langkah ini guru melaksanakan monitoring. Dengan maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari alternative pemecahan  yang dipilih untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan yang direncanakan.






DAFTAR PUSTAKA

M. Entang, T raka Joni an Prayitno, (1985), Pengelolaan Kelas, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

TUGAS Management Kelas di SD Tentang Membina Hubungan Masyarakat dan Sekolah dalam Menerapkan Disiplin Oleh : Eis Har...